Bagaimana swakelola e-book di World Wide Web oleh penulis yang sudah memiliki nama populer dapat menciptakan peluang sehingga namanya tercantum diantara nama-nama
penulis terkenal?
Caranya mudah penulis harus membuat karya yang menarik, siap menggunakan huruf bisnis, bantuan judul buku sehingga memudahkan orang yang mencari buku tersebut. Dengan adanya unsur-unsur tersebut akan menciptakan peluang bagi penulis yang sudah popular namanya tercantum diantara nama-nama penulis terkenal.
Mungkin saja bisa terjadi di era seperti sekarang ini dan dengan teknologi yang sudah berkembang. Tren media saat ini mulai bergeser dari media konvensional (analog/tradisional) menuju ke arah media online (digital). Media online dalam perkembangannya tumbuh menjamur dalam dua-tiga tahun terakhir. Demikian pula dengan tren media online di Indonesia, di mana perkembangan teknologi digital dan akses internet semakin mudah didapat, meskipun masih terbatas pada golongan dan wilayah tertentu. Media online (mobile) sebagai sebuah media baru
Ebook akhir-akhir ini sangat digemari oleh kalangan masyarakat luas, khususnya pelajar dan mahasiswa. E-book dan media online adalah sebuah media informasi seperti halnya buku, koran, majalah, tabloid dan media–media yang lain. Berdasarkan pemikiran saya, suatu saat nanti media-media yang berupa fisik seperti buku dan yang lainnya akan hilang digilas oleh perkembangan jaman dan teknologi.
Kenapa demikian?
Ada beberapa hal yang melandasi tergilasnya buku, dan E-book/media online akan menjadi media informasi dan ilmu pengetahuan utama, yaitu :
1. Media informasi dan ilmu pengetahuan (buku, koran, majalah dll, red) yang menggunakan bahan baku kertas semakin lama semakin mahal.
Dari pengalaman selama ini tidak pernah namanya buku, dll makin kesini makin murah. Yang ada makin mahal, pasti. Kenapa semakin mahal karena biaya produksi dan bahan baku yang semakin mahal. Dilihat dari bahan baku. Bahan baku kertas adalah kayu yang digunakan untuk bubur kertas (pulp). Harga kayu semakin mahal karena hutan (sebagai penghasil kayu) yang makin menyusut luasnya. Belum lagi setiap negara memberlakukan pengawasan yang ketat terhadap penebangan hutan. Bagaimana bila hutan tidak ada lagi atau setiap negara melarang menebang kayu dengan alasan global warming? Bakal semakin mahal tuh buku. Atau malah lebih parah lagi buku tidak bisa diproduksi lagi karena tidak ada bahan baku.
2. Setiap orang dewasa ini dan di masa yang akan datang menginginkan sesuatu yang simple dan praktis.
Kita bisa memerlukan lemari atau tempat yang luas untuk menyimpan koleksi buku-buku/media fisik. Selain itu membawa buku kemana-mana pastinya selain berat, ribet tentunya tidak praktis. Berbeda dengan e-book, ribuan e-book yang kita miliki paling hanya memerlukan media sebesar jari tangan saja, yaitu flash disk. Cukup dimasukkan ke saku dan tentunya sangat ringan, hanya beberapa gram saja. Selain flash disk, media penyimpan lain pastinya adalah PC atau laptop. Hemat tempat dan sangat praktis.
3. Media-media offline kini berbondong-bondong meng-online-kan diri. Tada-tanda e-boook/media online akan menjadi informasi utama bisa kita lihat, seluruh media besar di seluruh dunia kini telah mempunyai media online (ambil contoh untuk Indonesia, Kompas, Bisnis Indonesia dll). Tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti perusahaan-perusahaan itu hanya akan menggunakan media online. Sebagaimana halnya dengan detik.com.
Jadi persiapkan diri untuk menghadapi dunia informasi secara online.
Mari kita menuliskan ide dan pengetahuan dan dituangkan dalam bentuk e-book atau media online. Karena dengan demikian kita telah membantu menyelamatkan hutan dan bertindak secara nyata untuk mengurangi efek global warming.
Paket program radio komersial sifat formatnya homogen untuk segmentasi tertentu.
Sampai sejauh mana radio digital akan membuka cakrawala baru untuk audio?
Tidak akan bisa diprediksi sampai sejauh mana radio digital akan membuka cakrawala baru. Perkembangan teknologi informasi terutama internet mampu membuka cakrawala baru yang tidak terbayangkan sebelumnya. Saat ini kita bisa mendengar atau menyaksikan segala informasi, baik berita hingga hiburan melalui televisi internet (web TV) dan juga radio internet (yang juga dikenal sebagai web radio, net radio atau e-radio).
Terdapat sejumlah stasiun radio merambah dunia maya. Di antaranya, Suara Surabaya dengan www.suarasurabaya.net, atau Elshinta dengan www.elshinta.info, serta Radio Prambors, GEN FM, Hard Rock FM. Versi online radio ini selain dilengkapi dengan radio streaming, menyediakan radio on demand untuk pendengar yang tidak bisa mengikuti siaran mereka, juga memanfaatkan media online dengan updating berita.
Radio online pun dituntut memiliki kecepatan dan akurasi berita sebagaimana karakter media baru seperti media online (mobile). Terlebih saat ini, beragam kebutuhan masyarakat membutuhkan dukungan informasi real time untuk pembuatan keputusan. Kebutuhan informasi yang cepat ini bisa difasilitasi oleh teknologi yang dimiliki radio digital. Penggabungan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan terakomodasinya kebutuhan mendapatkan informasi secara fleksibel, di mana saja dan kapan saja.
Suara radio online pun akan jauh lebih bersih dari modulasi radio konvensional (FM dan AM), dan karena digital maka receiver-nya menyediakan fasilitas merekam dan mengulang. Ditambah lagi adanya screen pada radio receiver, sehingga judul lagu atau pesan apapun bisa ditampilkan di sana.
orang mendengarkan Radio Internet karena:
1. Untuk mendengarkan audio yang tidak tersedia di lain tempat (17%)
2. Untuk mengontrol atau memilih musik yang dimainkan (15%)
3. Sedikit iklannya (14%)
4. Jenis musik yang ditawarkan sangat bervariasi (13%)
5. Suara atau sinyal yang diterima lebih bagus/bersih daripada radio konvensional (8%)
6. Tidak terlalu banyak suara dari broadcaster (8%)
7. Karena ini hal baru (7%)
Dalam hal apa Internet dan World Wide Web, merevolusi cara radio ditransmisikan,
diproduksi dan dikenal?
Internet telah merevolusi cara berkomunikasi manusia, menembus jarak, ruang dan waktu. Dalam hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang revolusi terjadi ketika WEB atau World Wide Web. Karakteristik medium baru ini memiliki kelenturan dan keleluasaan format sehingga sebuah informasi bisa disajikan dalam bentuk teks, suara, dan video, serta animasi dan ilustrasi. Khalayak media yang selama ini sebagai objek yang terkesan pasif, tidak demikian halnya dengan pengguna
media baru, seperti halnya radio online. Karena mereka bisa menjadi objek sekaligus subjek yang aktif dalam mencari, mengolah, menyimpulkan sendiri, dan kemudian menanggapi atau berkomentar balik.
Pendengar radio online adalah orang-orang yang terhubung dengan internet. Media konvergen memang telah mengubah the nature of mass communications. Diversifikasi informasi dan format distribusi informasi menjadi berubah. Lompatan perubahan itu antara lain terletak pada konten yang disajikan. ” ‘Konten’ adalah suara, tulisan, grafik, gambar baik diam maupun bergerak atau bentuk audio visual lainnya, sajian-sajian dalam bentuk program, atau gabungan sebagiannya dan/atau keseluruhannya yang dapat diciptakan, diubah, disimpan, disajikan, dikomunikasikan dan disebarluaskan secara elektronik”, (Suhono Harso Supangkat, “Road Map Konvergensi TIK”, Seminar ”Kajian Konvergensi TIK Oleh Staf Khusus Menkominfo Tahun 2008”, Bandung 1 Desember 2008).
Bagaimana perekaman digital dan teknologi mengedit membuka kemungkinan kreatif untuk komentator radio di seluruh dunia?
Tergantung segmentasi dan pendengar radio tersebut, terkadang perekeman digital yang disiarkan monoton dan penyampaian bahasa yang digunakan juga cenderung baku. Dibandingkan dengan ulasan yang menarik dan baru dari komentator radio akan cenderung didengar. Jadi meskipun dengan adanya perekaman digital, kreatifitas untuk pra komentator radio di seluruh dunia masih sangat diperlukan.