Cari Blog Ini

Rabu, 24 November 2010

AKTING


Akting : Wujud atau bentuk ekspresi, gerakan, mimik, atau ucapan dari pamain yang memerankan tokoh dan karakter dalam cerita.
Sebenarnya asal kata “ acting “ adalah “ to act” atau dalam bahasa Indonesia berarti “beraksi”. Itu sebabnya kita sering mendengar sutradara meneriakkan kata “action !” dibelakang kamera ketika aktor akan memulai aktingnya. Akting dengan demikian lebih berarti mengaksikan peran yang dimainkan.
          Dalam buku Seni Akting, Catatan – Catatan Dasar Seni Kreatif Seorang Aktor disebutkan bahwa Akting adalah wujud yang kasat mata dari suatu seni peragaan tubuh, yang menirukan perilaku – perilaku manusia mencakup segala segi, lahir dan batin, yang sebelumnya digagas terlebih dahulu, direka, dirancang, kemudian diselenggarakan di panggung untuk disaksikan penonton peminatnya sebagi bentuk seni efemeral.
          Akting non- realisme adalah akting dengan gerakan – gerakan besar, sehingga menampilkan sosok yang tidak naturalis dan tidak realistis, dan lazim dikatakan bentuk representasional. Seperti pada teater tradisional Indonesia, baik klasik seperti wayang wong, ketoprak, langendriyan dan lain sebagainya termasuk yang populer seperti Srimulat, Lenong.
          Sedangkan akting realisme merupakan gambaran aktor memainkan perannya dengan memperdayakan dengan betul alat – alat TRJ-nya atau Tubuh, Roh, Jiwa, sehingga darinya diperoleh tontonan tindak perbuatan dan perilakuan yang naturalis, yang artinya mewakili secara asasi kenyataan – kenyataan alami.
Dlam televisi, akting realis dilakukan benar – benar sesuai pada kenyataan perilaku manusia pada sehari – hari dan tidak perlu dilebih – lebihkan seperti di atas panggung. Dalam frame televisi mampu menangkap pergerakan akting yang sedikit atau kecil namun sudah menandakan satu maksud tertentu. Seperti pada mata manusia, dengan mata seorang aktor sudah dapat dilihat maksud yang akan diperlihatkan.

CARA MENGOLAH AKTING
READING
Setelah para pemeran terkumpul, tahap berikutnya adalah mengarahkan para pemeran sesuai dengan skenario dan pencapaian kreatif yang diinginkan sang sutradara. Yang
pertama dilakukan adalah duduk bersama-sama dan membaca skenario (reading) sesuai porsinya, dibimbing oleh asisten sutradara.Guna reading adalah untuk mengetahui durasi dialog dalam sebuah adegan sehingga durasi adegan tersebut
dapat diperkirakan. Dari sini, asisten sutradara akan mendapatkan perkiraan durasi film yang lebih akuran.


REHEARSAL
Setelah beberapa kali melakukan reading, para pemeran melakukan rehearsal (latihan) sesuai porsinya di bawah bimbingan asisten sutradara. Dalam Rehersal, tata gerak (blocking), mimik dan bahasa tubuh pemeran diarahkan sesuai dengan keinginan sutradara. Asisten sutradara mengarahkan semua perbaikan, termasuk juga
membangun kepercayaan diri dan mood pemeran. Dengan demikian, pada saat shooting semuanya bisa berjalan dengan lancar.

LATIHAN AKTING
Setelah reading dan rehearsal kemudian sutradara mengarahkan pemain untuk latihan acting tanpa membaca naskah. Dalam latihan ini sudah termasuk membangun mood dari para pemeran, hingga tercapai acting yang pas dan kontinyu antara scene dengan scene berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar