Cari Blog Ini

Rabu, 10 November 2010

Teknik Editing

Editing

Slide 1
Menggabungkan beberapa hasil pengambilan gambar dan suara dengan urutan – urutan yang benar sesuai dengan naskah / script, dan juga menurut panjang dan irama tertentu yang tepat dengan keadaan ceritera , kronologis berita atau irama musik.

Editor

Slide 2Orang yang teraltih dan terdidik untuk mengedit filmdan video


Ada dua macam editing

     
    LINEAR EDITING
            Proses pasca  produksi yang masih menggunakan banyak peralatan editing profesional, player, recorder, monitor, ECU ( editing control unit.
Ada 2 system kerja :
  1. OFF LINE EDITING
  2. ON LINE EDITING
  Bagan Editing Linear



         
   Non Linear Editing
            Proses pasca produksi yang telah menggunakan seperangkat alat digital sebagai alat perekam, pemotong sekaligus untuk menggabuungkan audio video hingga hasil akhir. Seperti Komputer Editing
Bagan Non Linier Editing



 
Dua system Linear editing 
A. Off Line Editing
            Pengerjaan editing secara sekunder atau editing yang dilakukan untuk memperoleh hasil yang masih kasar (Rough cut). Menyusun gambar yang dipakai dan membuang yang salah.
            Cara ini biasanya dilakukan dengan menggunakan workpoint atau hasil duplikat dari bahan – bahan siaran yang asli dan khusus digunakan untuk editing.
B. On Line Editing
                        Kegiatan pasca produksi yang melalui tahapan editing (pemotongan + penyambungan)kemudian dilanjutkan tahap mixing / langsung melalui proses pasca produksi.
            Sistem ini dilakukan dengan cara langsung mencari edit point pada pita original / Assamble, oleh karena itu pemakaian editing dan mixing akan lama prosesnya dan bertumpu pada seluruh peralatan profesional broadcast.
Ada 3 cara dalam ON Line Editing
  1. Cut Editing ( A Roll ) + Mixing
  2. AB Roll Editing + mixing
  3. Pasca Produksi ( Edit + mixing)
  4. Cut Editing / A Roll
1. Cut Editing / A Roll
Biasanya digunakan untuk editing news. Yaitu sistem editing yang menggunakan peralatan editing terdiri : 1 Buah Player, 1 buah recorder, dan ECU (editing control unit)
            Cut editing ini dapat digunakan untuk menyunting / memadukan gambar hasil liputan berita, acara barita actual harian / daily news yang biasanya berdurasi max 2 menit / 1 item kerja.
2. AB Roll
            Suatu sistem pasca produksi yang terdiri dari:
-          2 buah player (VTR)
-          1 Buah Recorder
-          1 buah Video mixer
-          1 buah Audio Mixer
-          1 buah ECU
Beberapa monitor dan kabel Dapat digunakan untuk menyunting gambar dan suara dengan hasil transisi berupa Cutting, disolve, fade in – out, wipe.

 
3. EDITING PASCA PRODUKSI
            Sistem pasca produksi yang digunakan dalam studio televisi untuk penyiaran. Yaitu dengan menggunakan alat dan berbagai sumber gambar : Video mixer, audio mixer, Camera, microphone, VTR, ECU, dsb.
 
Peran dan Tanggung jawab Editor
          Pra Produksi
                        > Seorang editor merencanakan sistem               kerja yang akan diterapkan pada                            proses pembuatan Acara Televisi.
                        > Menganalisa atau memahami skenario.
                        > Memberi masukan kepada sutradara dalam suatu gaya pengemasan paket yang akan dibuat.
          Produksi
            > Seorang editor berperan untuk             mengingatkan sutradara apabila ada shot      yang terlewatkan di dalam pengambilan      gambar.
            > Memberikan saran kepada sutradara            untuk membuat shot tambahan jika materi             yang telah ada masih dinilai kurang baik.
            > Membuat laporan time code pada proses   shooting.
          Pasca Produksi
            Dalam hal ini peranan seorang editor dibutuhkan untuk menggabungkan  shot   hingga menjadi sebuah scene atau adegan. Peranan editor di sini juga merupakan proses paling akhir dalam pembuatan suatu karya audio visual.
            Dalam proses ini editor memegang peranan penting dalam penyusunan gambar hingga menjadi satu kesatuan cerita yang utuh dan sesuai dengan cerita yang diinginkan.

TAHAP – TAHAP EDITING
1 )  Preview Screening
                        Pada tahap ini editor telah menerima    keseluruhan bahan mentah / materi       shooting berupa kaset yang kemudian ditonton bersama dengan     rekan satu tim.
                        Dan hal ini juga dimaksudkan agar          seorang editor mengenali semua bahan             baku yang     didapat dari hasil kerja satu          tim di dalam proses produksi.
2)  Capture
                        Di tahap ini editor melakukan       pemindahan gambar atau transfer video         hasil rekaman yang masih berbentuk pita kaset ke dalam komputer sehingga            menjadi bentuk digital dengan format         video AVI 720x576 pixels, untuk masuk    ke dalam tahap proses penyuntingan             gambar atau editing.
3)  Logging
                        Dalam tahap ini seorang editor melihat catatan atau menyesuaikan shot-shot             berdasarkan laporan time code agar    nantinya juga dapat memudahkan         seorang editor untuk memilah dan memilih shot-shot yang menurut laporan            time code baik dan sesuai dengan             kebutuhan skenario. Walaupun tidak     menutup kemungkinan shot-shot yang   menurut laporan time code kurang baik       juga akan digunakan nantinya.
4)   Assembling
                        Pada tahap ini, editor mulai          menyusun dan menyambung setiap       shot  berdasarkan urutan scene pada             skenario. Tapi penyambungan yang       dilakukan masih sangat kasar dan      masih menggunakan          durasi yang   sebenarnya (menurut laporan time         code). ATAU MASIH KASAR DAN BELUM ADA TRANSISI
5)   Rough Cut
                        Editor memotong &             membuang   adegan-adegan yang tidak         dipakai dan             merangkumnya menjadi satu alur            cerita. Lalu memilih shot-shot yang          dianggap sudah mewakili skenario.
                        Editor melakukan penyusunan      pertama berdasarkan inti cerita yang    ingin dicapai.
                        Dalam tahap ini editor banyak     melakukan diskusi terutama          dengan sutradara.
6)   Fine Cut & Triming
                        Pada tahap ini editor mulai melakukan pemotongan dan penghalusan gambar             yang sudah tersusun baik. Editor kemudian merapikan setiap potongan antar shot yang masih kurang baik atau     mengganggu. Dalam tahap ini editor     juga memberikan efek-efek atau transisi             sebagai penyambungan/ perpindahan             shot dan scene.
                        Tujuan dari tahap ini            adalah agar alur      cerita tersusun baik             dengan insert             shot yang tepat.

PROSES MASTERING
1 ) Colour Grading
            Setiap gambar yang telah selesai di edit perlu dikoreksi warnanya agar didapat persamaan warna, karena bukan tidak mungkin pada saat produksi berlangsung ada kendala pencahayaan yang akhirnya mempengaruhi warna dalam gambar. Yaitu dengan cara memakai video efect, seperti image control, color balance, color corection atau memakai software terpisah seperti Adobe After Effect dan Magig Bullet
2) Titling
            Pada tahap pemberian title ini, editor biasanya menggunakan software pendukung antara lain yaitu Adobe After Effect 6.5 dan  Adobe Photoshop 7.0 untuk membuat counting leader, bumper in / bumper out.
            Sedangkan untuk nama kru pada opening scene editor cukup menggunakan Title design dan efek fade out yang sudah tersedia pada media editing yang digunakan yaitu Adobe Premiere 6.5 .
            Kemudian untuk credit title editor membuat tulisan muncul secara roll berjalan dari bawah ke atas.
 3)  Audio Mixing
            Setelah melalui proses penyuntingan gambar atau editing, maka proses yang harus dilalui selanjutnya adalah Audio Mixing, yaitu menyatukan dan menyelaraskan suara sekaligus memberikan tambahan seperti musik instrument, musik ilustrasi atau sound effect yang dapat mendukung penceritaan.
            Biasanya menggunakan Audio effect yang tersedia di adobe premiere, atau menggunakan software sendiri seperti Adobe Audition, CoolEdit Pro, Wavelab, dll.
 4. Release Master
            Tahapan ini proses editing telah selesai dilakukan. Lalu hasil akhir dieksport ke dalam bentuk movie dengan frame rate 720x576, kemudian  diubah kedalam bentuk MPEG II (DVD) atau MPEG I (VCD) dengan menggunakan software WinAvi, Canopus Procorder, TMPEG gen, Movie Factory 4, dll.

MENGENAL BERBAGAI TRANSISI VIDEO 
1. CUTTING
            Yaitu dengan memotong gambar – gambar yang diperlukan sesuai dengan waktu atau kebutuhan, kemudian disambung atau digabung begitu saja. Sehingga terjalin gabungan darri berbagai potongan gambar. 
2. CROSS FADE
            Suatu bentuk video dimana satu atau beberapa sumber video pelan – pelan hilang (FADE OUT), dan pada saat bersamaan secara pelan – pelan dimunculkan gambar baru (FADE IN)
3. DISSOLVE (MIX)
            Pergantinaan dua buah gambar secara bersamaan gambar pertama atau sebelumnya pelan – pelan meredup dan menghilang kemudian secara bersamaan dan menumpuk, gambar berikutnya muncul dari redup kemudian menjadi jelas.
            Atau sering disebut dengan pergantian gambar secara Mix.
4. WIPE
            Perpindahan gambar dimana gambar kedua muncul dengan memindahkan gambar pertama.
5. IRIS
            Yaitu bentuk perpindahan gambar dimana gambar kedua muncul dari gambar pertama dengan bentukkan dari berbagai bidang atau kurve. Seperti ; kotak, lingkaran, segitiga, bintang, dsb
6. PAGE PEEL
            Yaitu perpindahan gambar dimana bentuk perpidahannya dari gambar pertama ke gambar kedua dengan cara menggulung atau roll. Seperti ; center, turn, roll away, dsb

 
 


3 komentar:

  1. Rizky Budi dharma,salam sukses n met beraktifitas.. pertanyaan.. pernah ngak membuat sendiri suatu perangkat sejenis video mixer itu... atau klu punya software untuk sejenis video mixer namun agr bisa di mainkan lewat computer.... salam chairuls08@gmail.com

    BalasHapus
  2. yang punya web lagi tidur mungkin nih............ atau lupa nama webnya...

    BalasHapus